Blog Bertopik Isu Sensitif
Blog bertopik isu sensitif mempersyaratkan pemilik atau pengelola blog mempunyai daya tahan yang hebat terhadap kritik pengunjungnya. Dia harus “berkulit tebal” agar tak bolak-balik mengeluh kesakitan manakala ada pengunjung yang bukan hanya mengkritik, mungkin memakinya habis-habisan. Pemilik blogger dengan topik itu juga harus bersiap diri menghadapi tuntutan pidana atau perdata. Anda juga dituntut untuk mampu menjelaskan dengan baik apa yang telah anda terbitkan di blog.
Saya pernah membaca sebuah blog yang bertopik sejarah. Dia mempublish artikel tentang seorang tokoh terkenal yangs sangat dikagumi oleh etnis tertentu. Salah seorang pengunjungnya memberikan komentar tajam karena apa yang ditulis ternyata tidak akurat. Mungkin pemilik blog kurang cermat dalam mencari dan menemukan data tentang tokoh tersebut sehingga menimbulkan ketidak-puasan pengunjungnya.
Topik sensitif antara lain tentang agama, suku, golongan, ras dan sebagainya. Jika anda memilih topik tersebut harus benar-benar teliti, cermat dalam hal data atau fakta. Jika anda bukan termasuk tipe blogger yang gemar membaca atau melakukan studi kepustakaan lebih baik membuat blog yang anda kuasai dengan baik materinya. Opini atau pendapat pribadi anda tentang isu sensitif bisa membuat anda tak tidur nyenyak jika ada pihak yang merasa dirugikan.
Harus diingat bahwa blogosphere akan terus berkembang dan akan semakin banyak orang yang membacanya. Oleh karena itu pemilik blog bertopik isu sensitif wajib memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam atas topik yang telah dipilihnya.
Incoming search terms:
- blog bertopik
saya bikin blog lagu anak-anak aja Dhe.. biar yang masuk nyanyi semua..
Takut diborgol nanti kalau nulis yang nyrempet-nyrempet tanpa ilmu
iya bener
Dulu saya rajin banget Dhe, ikut komentar, debat tentang hal2 yg bersifat sensitif. entah mengapa sekarang kok males banget ya, hanya buang waktu sia2.
Kalau ada yang kurang lurus saya biasanya memebetulkan agar kesalahan itu tak jadi pendapat umum
tulisannya harus bisa dipertangung jawabkan ya dhe
Kalau soal sejarah,tokoh,dll harus jelas datanya
Kalo nulis yang tentang pengetahuan memang harus cross check lagi Pak Dhe. Kalo sampe jadi pemahaman umum repot juga nanti kalo salah konten..
Kadang-kadang saya baca komentar blog seperti itu. Seringnya kok malah jadi mangkel dengan komentar yg asbun dan cuma ingin menang-menangan. Jadi saya mending baca artikel di tamanblogger aja …
beneeer banget De.
Apalagi sejarah, yang banyak cabangnya, lain versi2nya….
saya pernah baca Blog tentang agama, yang komentarnya, tajam2 banget.
tapi pimilik Blog manjawab dengan santai dan gak bermutu.. jadi geram rasanya.
gatal tangan ingin komentar, tapi saya urungkan, soalnya percuma.