Category: Kontes

Foto Bersama Panglima Besar dan Foto Bersamamu Berbeda Sensasinya

Jika mudik ke Jombang selalu saya manfaatkan untuk berfoto ria dengan emak . Harap maklum waktu jaman nggak enak dulu saya tidak pernah foto bareng beliau. Setiap akan dijepret emak selalu bilang:”Lho, lha aku elek tuwek ngene kok difoto” Setelah pengambilan gambar usai biasanya dilanjutkan dialog dengan Panglima Besar. Saya selalu memeluk emak dengan penuh kasih sayang dengan mengingat jasa-saja beliau. Semoga Allah Swt selalu mengasihi emak sebagaimana beliau mengasihiku di waktu saya kecil dan tak pernah luntuir hingga kini. Foto Bersama Panglima Besar di atas dilakukan di halaman kolam renang Tirto Agung milik emak.

Ketika Allah Swt mempertemukan wajah dengan wajah, hati dengan hati, tak terasa airmata saya  meleleh ke dalam sehingga tak ada seorangpun yang tahu. Saya membayangkan sambil berkata dalam hati:”Jika mbakyu saya hidup tentu seusia mbak Yati Rachmat”. Kakak saya yang bernama Marhamah meninggal dunia ketika umurnya masih 2 tahun karena sakit diare. Maklum, pada tahun 1940 an itu tentu mencari dokter, bidan atau suster masih sulit.

Kerinduan akan hadirnya seorang kakak sedikit terobati. Kupeluk mbak Yati dengan mesra. Mbak Yati tampak agak grogi (atau risi) “Jian lamo-lamo mamaluaknyo, rapek saketek duduak tu..Ado wartawan ndak yo?” katanya setengah  berbisik. Entah mendengar entah tidak, Jeng Niken yang duduk di depan kami langsung mlengos.

Semula saya mengira sayalah blogger tertua di Indonesia. Ehhh..ternyata ada senior saya yang lain. Umur beliau ini (sst..jangan disebarluskan di media lho ya..ini rahasia diantara kita saja) setara atau paling tidak beda tipis dengan artis Elly Kasim deh.

Sesuai syarat dan mandat yang tertuang pada artikel pengantar giveaway, mbak Yati juga minta agar peserta GA memberikan komentar, saran, nasihat, pujian yang aduhai maupun krtik yang nylekit tentang pemilik blog berlogo kepiting merah tersebut.

Sebagai peserta tentu saya harus memenuhi persyaratan tersebut. Inilah mbak Yati dalam penerawangan saya.

Ketika pertama kali berjumpa mbak Yati saya mbatin:”Mbak Yati sewaktu gadis pasti jadi kembang desa dan buah bibir para pemuda di kampungnya” Lihatlah, guratan kecantikan beliau masih ada, senyumnyapun masih memikat. Ini komentar tulus dan jujur lho, bukan lip service.

Semangat ngeblog, menulis dan ikut kontes layak diacungi jempol. Demikian pula keinginannya untuk meningkatkan pengetahuannya di bidang ngeblog. Beliau juga tak malu-malu bertanya jika ada yang belum difahaminya.

Walaupun belum pernah menyaksikan dengan mata kepala sendiri saya yakin mbak Yati sangat menyayangi keluarganya. Ketika kami sedang asyik chat tentang pembuatan banner untuk GA ini, tiba-tiba mbak Yati menginjak rem secara mendadak.” Besok lagi ya ,Pakde. Saya mau menemani cucu bobo nich,” dan..langsung whesssssss….tanpa menunggu reply dari saya. Alamaaaaaak.

Mbak Yati termasuk blogger senior yang rajin kopdar dan mengikuti aneka kegiatan offline misalnya mengikuti workshop bisnis oline, penulisan buku dan lain-lain. Ini patut dicontoh. Saya tidak tahu jamu apa yang beliau minum kok langkahnya panjang-panjang.

Saya pernah mendapat t-shirt cantik dari mbak Yati yang sering saya pakai kalau kopdar. Kaos berwarna hitam dengan logo dan tulisan ITB itu pas banget di body dan pas pula di hati. Terima kasih ya mbak.

Mbak Yati seorang provokator ulung juga. Semula saya tidak mau ikut GA ini agar tak terjadi conflict of interest (konflik keplenthingan kepentingan) pada diri shohibul kontes. “Yo ora toh pakdhee. GA ini speksial lho and aq g bakalan ada KKN segala. Ayo ikutan aq punya teknik penilaian khusus, hehehe…. Ditunghgu pakdhee,” begitu komporannya. Akhirnya muncullah artikel ini. Joss

Saya mendoakan semoga mbak Yati selalu sehat,sejahtera, bahagia dan terus rajin ngeblog. Amin

Tsun Zu bilang:” Semua kritikan saya tempatkan di bejana emas dan semua pujian saya letakkan di keranjang sampah”  Saya menganggap pujian yang kurang proporsional dan berlebihan itu bak gula, jika kebanyakan bisa menyebabkan diabetes. Oleh karena itu sebagai sahabat jangan hanya memberi gula atau yang manis-manis. Sesekali berikanlah pil kina kepada sahabat kita. Pahit tetapi menyehatkan. Sahabat sejati  tentu juga mau memberikan kritiknya.

Kreatif Dengan Energi Positif

Setiap orang pada hakekatnya memiliki energi positif. Manusia dapat kreatif dengan memanfaatkan kekuatan yang ada pada dirinya utamanya kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi sesama.

Untuk memanfaatkan energi positif perlu latihan yang intensif. Dengan pengolahan yang kontinyu maka energi pada diri kita dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal misalnya penyembuhan penyakit, perlindungan terhadap badan dan atau harta benda. Selain itu energi yang telah diolah dengan sempurna bisa menjadikan pemiliknya memiliki kemampuan di atas rata-rata manusia biasa biasa, baik kemampuan fisik maupun kemampuan dalam berfikir. Tentu semuanya atas ijin Allah Swt.

Gambar di atas memperlihatkan saya yang sedang berbaring di antara dua buah kursi pada jarak tertentu. Di atas perut saya diletakkan sebuah tabung gas. Tak ada benda lain yang menyangga tubuh saya kecuali bagian kepala dan ujung kaki. Ini bukan rekayasa foto atau pakai klenik.

Kemampuan ini saya dapatkan ketika menjalani pengobatan alternatif  saat saya ingin menormalkan kolesterol dan tensi dengan memanfaatkan Terapi Nursyifa. Terapi yang memadukan dzikir dan pemanfaatan energi positif. Tentu saya tetap berkeyakinan : bahwa “Tiada daya dan kekuatan selain dari Allah Swt”

Apakah saya pernah memanfaatkannya ? Pernah, utamanya untuk perlidnungan diri. Tentu saya tetap berkeyakinan : bahwa “Tiada daya dan kekuatan selain dari Allah Swt”

Permainan baccarat live

2 Game Kartu Terbaik Tahun 2018

Dragon Tiger Salah satu permainan casino online yang cuma terdapat di Asia, adalah Dragon Tiger ini pastinya menarik ketertarikan …

Foto Bersama Panglima Besar dan Foto Bersamamu Berbeda Sensasinya

Jika mudik ke Jombang selalu saya manfaatkan untuk berfoto ria dengan emak . Harap maklum waktu jaman nggak enak dulu saya …

Kreatif Dengan Energi Positif

Setiap orang pada hakekatnya memiliki energi positif. Manusia dapat kreatif dengan memanfaatkan kekuatan yang ada pada dirinya …